22 June 2026 - 13:11 oleh Humas
STIKES Persada Nabire Gelar Yudisium Tahun Akademik 2025/2026, Kukuhkan 22 Lulusan Siap Mengabdi bagi Tanah Papua
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Persada Nabire menyelenggarakan acara Yudisium Tahun Akademik 2025/2026 sebagai bentuk penetapan kelulusan mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh proses akademik. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat ini menjadi momen penting sebelum para lulusan mengikuti prosesi wisuda dan memasuki dunia kerja profesional.
Mengusung semangat yang sejalan dengan tema wisuda, “Mekar di Timur: Menjadi Akar Gizi yang Kuat bagi Kesehatan Tanah Papua,” yudisium menjadi tonggak awal bagi para lulusan untuk mengabdikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di STIKES Persada Nabire.
Acara yudisium dihadiri oleh Ketua STIKES Persada Nabire, jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta para mahasiswa yang dinyatakan lulus. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 22 mahasiswa secara resmi dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar akademik sesuai program studi masing-masing.
Dalam sambutannya, Ketua STIKES Persada Nabire menyampaikan apresiasi atas perjuangan dan dedikasi para mahasiswa selama menjalani proses pendidikan. Beliau menegaskan bahwa yudisium bukan hanya penanda berakhirnya masa studi, tetapi juga awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Prosesi yudisium berlangsung dengan pembacaan Surat Keputusan Ketua STIKES Persada Nabire tentang penetapan kelulusan mahasiswa, dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat yudisium kepada para peserta. Suasana haru dan bangga tampak menyelimuti para lulusan yang telah berhasil menyelesaikan perjalanan akademiknya. Melalui pelaksanaan yudisium ini, STIKES Persada Nabire kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang unggul, kompeten, dan siap bersaing di dunia kerja. Ke-22 lulusan yang dikukuhkan diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pembangunan kesehatan di Papua, khususnya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi dan kesehatan yang berkelanjutan.
Acara yudisium ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan yang telah dicapai serta harapan akan masa depan yang lebih baik bagi seluruh lulusan