Program Studi - Program Studi Administrasi Kesehatan

Profile Program Studi Administrasi Kesehatan

Program studi sarjana Administrasi Kesehatan merupakan program studi kedua yang didirikan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Persada Nabire. Mencermati visi STIKes Persada Nabire yaitu ‘’Menjadi institusi pendidikan tinggi yang unggul dalam menghasilkan sumber daya manusia dibidang kesehatan, berdaya saing global, berjiwa professional dan entrepreneur dengan berbasis kearifan lokal untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan berkualitas’’ maka dalam misi kedepannya lembaga ini terus berupaya untuk melengkapi jumlah program studi dalam bidang kesehatan. Selain Program Studi Sarjana Gizi pada tahun 2019, berdasarkan surat keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi No. 10028/E1/HK.03.00/2023 tanggal 29 Desember 2023 tentang izin pendirian program studi Administrasi Kesehatan program sarjana pada STIKes Persada Nabire, maka dibukalah program studi Administrasi Kesehatan jenjang sarjana. Pendidikan Sarjana Administrasi Kesehatan Persada Nabire diharapkan dapat menghasilkan Sarjana Administrasi Kesehatan yang memiliki kompetensi memberikan pelayanan dalam bidang administrasi kesehatan yang bermutu dan berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kurikulum Program Studi Administrasi Kesehatan di STIKes Persada Nabire telah disusun dan disesuaikan dengan visi, misi, tujuan, dan sasaran program studi. Kurikulum ini disiapkan untuk memberikan penguasaan yang kuat serta pengalaman belajar dalam bidang kesehatan masyarakat yang berorientasi pada kematangan intelektual akademis dan etika profesional. Penyusunan kurikulum mengacu pada tuntutan organisasi profesi dan kebutuhan pengguna lulusan. Penerimaan mahasiswa untuk program studi Administrasi Kesehatan baru dilakukan pada tahun akademik 2024/2025.

a.       Tujuan Prodi S1 Administrasi Kesehatan STIKes Persada Nabire

·       Menghasilkan sarjana bidang ilmu administrasi kesehatan yang memiliki integritas, kemampuan manajerial yang unggul dan amanah terutama dalam memanajemen sumber daya kesehatan.

·       Menghasilkan sarjana bidang ilmu administrasi kesehatan yang memiliki kemampuan sebagai tenaga ahli di bidang manajemen sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini sehingga mampu bersaing di tingkat regional, nasional dan internasional.

·       Menghasilkan sarjana bidang ilmu administrasi kesehatan yang memiliki kemauan untuk terus berinovasi dengan melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat sehingga bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat utamanya di bidang pelayanan Kesehatan.

·       Menghasilkan lulusan sarjana bidang ilmu administrasi kesehatan yang memiliki kompetensi.

b.       Profil Lulusan

Lulusan program studi administrasi kesehatan dapat memuat sebagai berikut:

·       Health Care Administrator - Diharapkan lulusan mampu melaksanakan tugas sebagai administrator pada pelayanan kesehatan (primer, sekunder, tersier, privat, asuransi, apotek, dan badan pelayanan kesehatan pemerintah atau swasta) berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki kemampuan komunikasi antarbudaya yang efektif, menghormati dan mengintegrasikan praktik kesehatan tradisional dalam pendekatan pelayanan kesehatan modern, serta beretika dan berempati terhadap masyarakat adat maupun komunitas lokal khususnya di tanah papua.

·       Health Care Manager - Lulusan memiliki pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip manajemen yang terdiri dari tahap perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan yang dapat diterapkan dalam berbagai konteks pelayanan kesehatan untuk bekerja dalam tim, membangun tim lintas fungsional, dan memimpin tim. Lulusan juga mampu mengembangkan program intervensi kesehatan yang berbasis komunitas yang mempertimbangkan kondisi geografis serta budaya masyarakat papua.

·       Analis Kebijakan Kesehatan - Mampu melakukan analisis kebijakan dibidang administrasi pelayanan, perijinan, akreditasi, dan sertifikasi program-program pembangunan kesehatan secara profesional. Diharapkan juga lulusan mampu mengelola sistem administrasi pelayanan kesehatan secara efektif dan efisien. Lulusan juga diharapkan mampu mengidentifikasi dan menganalisis masalah kesehatan masyarakat termasuk isu-isu khas papua seperti akses layanan kesehatan diwilayah 3T (tertinggal, terdepan,terluar).

·       Fasilitator/Penyuluh Kesehatan - Lulusan mampu menjadi penyuluh diberbagai tingkat yang mencakup lingkup individu, keluarga, kelompok, hingga masyarakat umum dalam rangka mengedukasi seluruh golongan masyarakat untuk mempraktikkan gaya hidup sehat. Lulusan juga mampu mengembangkan strategi penyuluhan yang sederhana serta mudah dipahami oleh masyarakat dengan akses terbatas terhadap teknologi dan informasi, juga terlatih untuk menjangkau wilayah terpencil dengan sarana transportasi yang minim atau terbatas.

·       Researcher - Memiliki kemampuan dasar dalam melakukan kegiatan penelitian terkait dengan konsep teori administrasi kesehatan dan pemahaman tentang cara mengumpulkan serta menganalisis data ilmiah. Lulusan mampu melakukan pendekatan partisipatif dengan merancang dan melaksanakan penelitian yang berbasis budaya lokal yang melibatkan masyarakat lokal dengan memperhatikan adat istiadat dan struktur social masyarakat adat.

·       Colaborator - Mampu mendorong kolaborasi yang kuat dengan instansi kesehatan baik negeri/swasta, industri dan komunitas kesehatan lainnya untuk memastikan relevansi program dengan kebutuhan lapangan serta mampu menjalin kolaborasi efektif dan sensitif secara budaya dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk komunitas lokal, tokoh adat dan institusi lintas sektor dalam upaya peningkatan derajat kesehatan di Papua.

·       Pemberi Pelayanan Kesehatan Kultural - Memiliki pemahaman dan kepekaan terhadap faktor budaya dan keberagaman dalam konteks pelayanan kesehatan khususnya di tanah Papua.

c.       Capaian Pembelajaran

1.         Aspek Sikap

·       Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan sikap religius.

·       Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral, dan etika.

·       Menunjukkan perilaku etis dan moral yang tinggi dalam semua aspek pekerjaan administrasi kesehatan.

·       Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air, memiliki nasionalisme serta tanggung jawab pada negara dan bangsa.

·       Menghormati keragaman budaya dan konteks sosial, termasuk dalam interaksi dengan masyarakat setempat dan pemangku kepentingan dari latar belakang budaya yang berbeda.

·       Bekerja sama dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

·       Taat hukum dan disiplin dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

·       Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik.

·       Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang keahliannya secara mandiri.

·       Menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan dan kewirausahaan.

·       Mewujudkan keunggulan yang berlandaskan moral agama.

·       Mampu berkomunikasi secara efektif dengan berbagai pemangku kepentingan dalam konteks administrasi kesehatan, termasuk masyarakat, tenaga medis, dan pemerintah.

2.         Penguasaan Pengetahuan

·       Memiliki pemahaman mendalam tentang dasar-dasar administrasi kesehatan, termasuk prinsip-prinsip manajemen, perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan dalam konteks pelayanan kesehatan.

·       Mampu melakukan pengkajian diri dan berpartisipasi dalam pengembangan profesi serta pendidikan seumur hidup.

·       Mampu memahami dan menerapkan prinsip-prinsip manajemen sumber daya kesehatan, termasuk anggaran, sumber daya manusia, dan infrastruktur kesehatan.

·       Mampu merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi penelitian kesehatan dan program-program kesehatan dengan memanfaatkan metodologi penelitian yang relevan.

·       Mampu menerapkan hasil penelitian terbaru pada pelayanan administrasi kesehatan.

·       Mampu merancang dan melaksanakan penelitian di bawah bimbingan seorang ahli atau kelompok ahli.

·       Memahami peraturan, kebijakan dan regulasi yang mengatur administrasi kesehatan dan kebijakan kesehatan di Indonesia.

·       Memiliki pengetahuan mendalam tentang sistem informasi kesehatan dan teknologi informasi dalam administrasi kesehatan, serta kemampuan untuk merancang dan mengelola sistem informasi kesehatan yang efisien.

·       Memahami keragaman budaya dan konteks sosial masyarakat Papua serta mampu mengintegrasikan pemahaman ini dalam praktik administrasi kesehatan.

3.         Keterampilan Umum

·       Mampu menganalisis informasi dengan mendalam, mengevaluasi argumen dan merumuskan solusi yang inovatif untuk masalah kompleks dalam administrasi kesehatan.

·       Mampu menunjukkan kinerja mandiri, bermutu, dan terukur.

·       Mampu melakukan validasi akademik atau kajian sesuai bidang keahliannya dalam menyelesaikan masalah di masyarakat atau industri yang relevan melalui pengembangan pengetahuan dan keahliannya.

·       Mampu menyusun ide, hasil pemikiran, dan argumen saintifik secara bertanggung jawab dan berdasarkan etika akademik, serta mengkomunikasikannya melalui media kepada masyarakat akademik dan masyarakat luas.

·       Mampu mengidentifikasi bidang keilmuan yang menjadi objek penelitiannya dan memposisikan ke dalam suatu peta penelitian yang dikembangkan melalui pendekatan interdisiplin atau multidisiplin.

·       Mampu mengambil keputusan dalam konteks menyelesaikan masalah pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan kajian analisis atau eksperimental terhadap informasi dan data.

·       Mampu bertanggungjawab atas pencapaian hasil kerja kelompok dan melakukan supervisi dan evaluasi terhadap penyelesaian pekerjaan yang ditugaskan kepada pekerjaan yang berada di bawah tanggungjawabnya.

·       Mampu melakukan proses evaluasi diri terhadap kelompok kerja yang berada dibawah tanggung jawabnya dan mampu mengelola pembelajaran secara mandiri.

·       Mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan dan menemukan kembali data untuk menjamin kesahihan dan mencegah plagiasi.

·       Mampu membuat keputusan yang tepat dalam situasi yang kompleks dan beragam, dengan mempertimbangkan faktor etis, budaya dan sosial.

4.         Keterampilan Khusus

·       Melakukan praktek keadministrasian kesehatan sesuai dengan nilai-nilai dan kode etik profesi.

·       Mampu melakukan kajian dan analisis serta rencana tindak lanjut pelayanan administrasi kesehatan.

·       Mampu berkontribusi dalam mengembangkan kebijakan dan perencanaan program kesehatan.

·       Mampu mengembangkan dan mengukur dampak dari pelayanan dan praktek administrasi kesehatan.

·       Mampu mengawasi perbaikan mutu pelayanan administrasi kesehatan dalam rangka meningkatkan kepuasan pelanggan.

·       Mampu menggunakan teknologi informasi kesehatan yang terpadu dalam pengelolaan administrasi kesehatan.

·       Mampu memahami dan menggunakan sistem informasi pelayanan kesehatan.

·       Mampu memahami sistem jaminan kesehatan, prinsip pembiayaan dan akuntasi dalam pelayanan kesehatan.

·       Mampu melakukan advokasi, pemberdayaan dan mengembangkan kegiatan dukungan sosial di bidang administrasi kesehatan untuk meningkatkan aksesibilitas pelayanan kesehatan.

·       Mampu melakukan komunikasi yang efektif baik pada pimpinan/profesi lain/pelanggan untuk menyelesaikan pekerjaan.

·       Mampu menyusun business plan dalam bidang administrasi kesehatan.

·       Mampu memahami konsep manajemen mutu dan quality control bidang kesehatan.